RADIOMETRIC DATING AND THE RETRACTED ARTICLE : AN AUTOPSY

RADIOMETRIC DATING AND THE RETRACTED ARTICLE : AN AUTOPSY

Menurut wikipedia, radiometric dating atau penanggalan radiometrik adalah teknik yang digunakan untuk menentukan usia material, seperti batuan atau karbon, dengan membandingkan kelimpahan isotop radioaktif alami dalam material tersebut dengan produk hasil peluruhannya. Metode ini didasarkan pada laju peluruhan isotop yang konstan dan telah diketahui. Dalam penanggalan radiometrik, ilmuwan mengukur jumlah isotop radioaktif yang tersisa dalam sampel dan membandingkannya dengan jumlah produk peluruhannya. Dengan mengetahui laju peluruhan isotop tersebut, yang dinyatakan sebagai waktu paruh (half-life), mereka dapat menghitung berapa lama waktu yang telah berlalu sejak sampel tersebut terbentuk.
(update terakhir : 31/01/2025 sumber Radiometric dating – Wikipedia)

(23/07/2021 sumber : Berita Penanggalan Radiometrik Terbaru Hari Ini – National Geographic)

Penelitian yang mempelajari dan mengkaji mengenai penanggalan radiometrik yang berkembang seiring berjalannya waktu, diantaranya terdapat juga jurnal yang telah ditarik kembali (retracted) yaitu jurnal dari Natawidjaja et al, tahun 2023 yang berjudulkan “Geo-archaeological prospecting of Gunung Padang buried prehistoric pyramid in West Java, Indonesia”.Jurnal ini ditarik kembali karena ditemukan masalah serius yang terdapat pada metodologi atau kesimpulan penelitian tersebut, dengan salah satu kritik utama terletak pada kesalahan dalam penanggalan karbon (radiocarbon dating) yang dapat diuraikan menjadi beberapa poin utama, yaitu :

  1. Kontaminasi sampel

Penulis menyebutkan adanya potensi kontaminasi oleh karbon modern, seperti akar tanaman yang masih aktif, yang dapat menghasilkan usia lebih muda dari yang sebenarnya.

  1. Kesalahan interpretasi konteks stratigrafi

Pengambilan sampel karbon dari tanah yang bercampur dengan material lebih tua atau lebih muda tanpa mempertimbangkan posisi stratigrafis yang jelas dapat menghasilkan tanggal yang tidak akurat.

  1. Keabsahan teknik kalibrasi

Jurnal ini menggunakan kalibrasi dengan OxCal dan model Bayesian, tetapi tanpa memastikan bahwa data awalnya telah divalidasi dengan baik.

  1. Kesalahan dalam Kesimpulan Sejarah Gunung Padang

Beberapa hasil penanggalan karbon menunjukkan usia yang sangat tua, bahkan hingga 25.000 tahun yang lalu, yang bertentangan dengan konsensus arkeologi mengenai budaya megalitik di Asia Tenggara.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply